Setelah siap-siap sejenak Akupun langsung bergegas menuju rumah Vanny. Dia juga adalah sahabatku, dan merupakan wanita yang sering digosipkan oleh teman-teman dekat denganku.
Diperjalanan menuju rumah Vanny, aku bertemu dengan tiga orang yang tak asing. Benar, mereka adalah sahabatku juga, Nita, Erni dan Shofi. Ternyata merekapun sama, akan pergi ke rumah Vanny.
Serasa ada yang tertinggal, yaa aku ingat. Bibi kecilku lupa tak ku ajak. Mila ia adalah bibiku, walaupun usianya dibawahku, panggilan itu ku lakukan untuk menghormatinya, karena dia adalah anak dari adik kakekku. Pintu rumahnyapun aku ketuk, kakeklah yang membuka pintu. “bi Milanya ada” Tanya ku. “Miiilll, nie izam” teriak kakek. “ia apa, tunggu bentar” jawab Mila. “ada apa zam” Tanya Mila. “mau ikut gak ke RSUD, Haifa baru beres di operasi ?” ku balik nanya. “waah, yang benar zam, bibi ikut” jawab bi Mila dengan kagetnya. “zam tunggu di rumah Vanny”.
Akupun bergegas menuju rumah Vanny, dan ternyata disanapun ada sahabatku yang lain. Leli namanya, dia adalah rivalku ketika di Madrasah Ibtidaiyyah dalam hal prestasi belajar di kelas.
Seorang wanita yang tak ku kenal hadir disana, dia adalah teman SMP Vanny dan Leli, saying ku tak tahu namanya. Hhee
Semuapun berkumpul dan bersiap menuju tujuan utama yaitu RSUD, Haifa kami datang sahabat terbaikmu (Milzam, Firman, Vanny, Leli, Mila, Shofi, Nita, Erni dan satu nama yang tak ku kenal)
Sesampainya di RSUD, kamipun langsung bergegas menuju ruangan dimana Haifa berada. Ternyata eh ternyata, kami bertemu dengan dua orang cewek. Mereka adalah teman ku Jayin, dan satu lagi cewek yang tak ku kenal. Jayin ternyata sudah dari pagi disana, dan cewek yang bersamanya bergegas untuk pulang, karena sudah dari pagi pula.
Berkumpul bersama ternyata menyenangkan rasanya, sudah lama sekali kita tak saling jumpa. Banyak cerita yang menjadi topik pembicaraan, hingga 2 perawatpun berulang mendatangi kami untuk memberi peringatan.
Leli, Vanny, Jayin, serta satu cewek yang ku tak tahu namanya mengobral-ngobrol ria bersama seorang Ibu yang merupakan Guru mereka ketika di SMP. Wajar saja bila dua perawat tadi memberi peringatan kepada kami.
Sungguh berat rasanya meninggalkan ruangan dimana sahabat kami terbaring lemas, namun kami harus kembali pulang. Do’a telah dipanjatkan kami, semoga Haifa Khairunnisa kembali ceria serta sehat seperti sedia kala,. Aamiin,.
Itulah hari dimana kami dapat berkumpul bersama lagi setelah beberapa tahun berpisah. Sejak RA & MI kami bersama melalui suka duka bersama. Mulai berpisah sejak masuk SMP, dan di hari itulah kami bisa berkumpul kembali.
0 komentar:
Posting Komentar